Ya, bagaimana dengan saya?
3 tahun lagi mungkin bukan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan masa pensiun sebelum benar-benar pensiun.
Kenapa?
Karena umumnya seseorang yang memiliki pekerjaan tetap sudah mempersiapkannya jauh sebelum benar-benar pensiun, terutama segala sesuatu yang menyangkut kehidupan keluarga.
Yang umum saya dengar dari para pensiun untuk sebuah keberhasilan adalah ketika semua anak-anak mereka telah berkeluarga semua entah berapapun banyaknya dan ini sering diucapkan apabila anak yang terakhir telah membentuk keluarga sendiri saat perhelatan dilaksanakan. Ukurannya adalah "Wah sudah berhasil ya, anak-anak tidak sudah berkeluarga semua", demikian yang sering didengar.
Berikutnya, yang sering dibicarakan adalah pendidikan anak-anak meraka. Ini biasanya terlontar saat para pensiunan bertemu pada awal-awal pensiun dan menanyakan tentang keluarga, dalam hal ini tentang anak-anak mereka.
Untuk ukuran lain tetapi jarang ditanyakan adalah 'tempat berteduh'. Secara umum para pensiunan telah memiliki rumah jauh sebelum memasuki masa-masa pensiun.
Ukuran sukses lainnya adalah memiliki beberapa aset penyambung mata pencarian pokok atau gaji pensiun, baik itu berupa usaha keluarga, punya kontrakan atau aset lain yang dapat mendatangkan penghasilan tambahan. Hal ini jarang dibicarakan karena biasanya sudah dimiliki sebelumnya.
Tabungan atau deposito di bank merupakan ukuran sukses yang luarbiasa karena ukuran ini bisanya hanya bagi karyawan yang memiliki jabatan.
Untuk mencapai semua kesuksesan itu tentu ada 'cara'nya dan cara yang dilakukan setiap pegawai jelas berbeda.
Jabatan adalah cara populer untuk mempersiapkan masa pensiun sukse dan untuk itu tidak perlu memiliki keahlian khusus kecuali 'kemampuan' sampingan yang biasanya telah dipersiapkan. Mengapa? Karena setiap jabatan ada harganya dan harga tersebut dapat dinilai melalui kemampuan 'profesional' dan kemampuan 'finansial'.
Bagaimanapun 'ukuran pensiun sukses' berbeda pencapaiannya antara pegawai pemerintah dan swasta dan perbedaan itu pada akhirnya ditentukan oleh yang menjalankan dalam mengelola 'aset' awal yang dimilikinya menjelang saat pensiun tiba.
Bagaimana dengan pekerja harian lepas atau bahkan yang sebagian besar hari-hari mereka lepas dari bekerja?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar